
Plafon adalah bagian penutup langit-langit bangunan. Posisi plafon terletak di antara atap dan lantai bangunan, yang membatasi ruang interior (atau eksterior) dengan ruang di atasnya. Plafon ini akan menutupi semua kabel, pipa, maupun struktur bangunan yang terletak di atas dinding bangunan. Walaupun tidak semua bangunan diberikan plafon, namun sebetulnya plafon memiliki beberapa manfaat yang bisa kamu rasakan lho.
Manfaat pertama yang bisa kamu rasakan adalah kerapihan. Tanpa adanya plafon, langit-langit rumah kamu pasti terlihat kabel-kabel instalasi lampu dan listrik yang melintang kesana kemari. Beberapa bangunan yang tidak menggunakan plafon biasanya memakai pipa untuk membungkus kabel sehingga terlihat lebih rapi. Namun, kondisi demikian juga masih akan tampak berantakan bila dibandingkan dengan menggunakan plafon.
Plafon juga menonjolkan kesan bersih. Tanpa plafon, akan banyak debu menempel di bagian atas interior rumah kamu. Bagi kamu yang memiliki rumah satu lantai, tanpa adanya plafon, bagian bawah atap rumah akan terlihat dan tidak sedap dipandang.
Fungsi lain plafon adalah mengurangi hawa panas yang turun dari atap. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, sinar matahari yang menyorot langsung ke atap akan mengakibatkan panas ditransfer dari luar bangunan ke bawah atap. Sehingga tanpa adanya material pembatas, hawa panas ini akan turun sampai ke bawah, ke interior bangunan kamu. Akibatnya, ruangan kamu akan terasa panas dan pengap tanpa adanya pendingin ruangan. Efeknya hampir mirip dengan rumah kaca.
Secara estetika, plafon juga bisa dibentuk (tergantung material yang dipakai) sehingga dapat mempercantik interior bangunan. Pada waktu kamu melakukan renovasi bangunan, pertimbangkan beberapa alternatif model plafon agar ruangan kamu bisa eye catching dan membuat kamu betah. Konsultasikan dengan jasa kontraktor agar kamu mendapatkan pengetahuan yang tepat mengenai plafon tersebut.

Material plafon dapat bermacam-macam. Namun, yang umum digunakan antara lain adalah gypsum, tripleks, dan PVC.
Sebelum gypsum diciptakan, hampir semua rumah menggunakan tripleks ketebalan 3 – 4 mm sebagai material plafon. Tripleks memiliki ketahan terhadap air yang lebih baik dibanding gypsum. Namun kelemahan tripleks (karena berbahan dasar kayu) adalah rayap. Sehingga material ini dapat lapuk karena termakan rayap, apalagi dalam kondisi lembab. Selain itu, tripleks sangat mudah terbakar sehingga rawan digunakan.
Setelah beberapa dekade berjalan, diciptakanlah gypsum. Material ini tidak akan termakan rayap karena berbahan dasar kapur. Hanya saja gypsum sangat rentan terhadap air. Oleh karena itu, apabila genteng atau atap bangunan kamu bocor, maka akan dengan cepat terlihat bekas tetesan air pada plafon gypsum kamu. Sifatnya yang ringan dan mudah dibentuk, membuat gypsum menjadi material utama dalam pemasangan plafon oleh jasa kontraktor bangunan. Selain itu, keunggulan gypsum adalah ketahanan terhadap api lebih baik dibanding tripleks.
Untuk plafon PVC masih jarang digunakan walaupun memiliki ketahanan terhadap air. Namun harus diingat, ketahanan terhadap air tersebut juga dapat menyebabkan air tergenang di atas plafon sehingga membebani rangka plafon. Apabila rangka plafon tidak kuat, plafon bisa roboh. Kelemahan PVC lainnya adalah susah untuk diperbaiki. PVC tidak dapat diperbaiki apabila sudah berlubang atau terjadi salah potong. Satu-satunya jalan adalah harus ganti baru.












